Inspirasi
Anak prajurit berkebutuhan khusus ini dapat terapi gratis dari TNI AD, sang ibu: 'Dia jadi lebih ceria'
Di balik tugas seorang prajurit, istri Praka Andika, Dina (28), menghadapi perjuangan membesarkan putri bungsunya Nayla (6) yang mengalami keterlambatan perkembangan. Beban biaya terapi yang mahal kerap memunculkan rasa putus asa, namun harapan hadir melalui program 'Pelita Kasih' yang digagas Dinas Psikologi TNI AD.
Dimulai pada tahun 2024, program ini memberikan layanan terapi wicara dan okupasi secara gratis di RSPAD Gatot Soebroto bagi lebih dari 200 anak berkebutuhan khusus dari keluarga prajurit. Setiap tiga bulan, Nayla menjalani evaluasi perkembangan, sementara orang tuanya menerima konseling. Dina mengaku kini putrinya lebih ceria dan sudah mampu mengucapkan kata sederhana seperti 'mama' serta bermain dengan teman-temannya. Program ini juga menjadi penenang bagi Praka Andika yang bertugas jauh di Medan, karena ia merasa TNI tidak hanya peduli pada prajurit, melainkan juga keluarganya.
Di balik seragam loreng yang gagah, ada cerita yang jarang terdengar—kisah para ibu yang berjuang dalam diam, mendampingi anak-anak mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Dina (28), istri dari Praka Andika, adalah salah satu sosok itu. Sejak putri bungsunya, Nayla (6), didiagnosis mengalami keterlambatan perkembangan, hari-hari Dina dipenuhi kecemasan dan kelelahan yang tak kasatmata. Setiap langkah kecil Nayla terasa seperti lomba lari jarak jauh: melelahkan, namun tak boleh berhenti. “Dulu saya sering putus asa, karena biaya terapi mahal,” kenang Dina, suaranya bergetar. Namun, harapan itu perlahan datang lewat sebuah program yang membuatnya merasa tak lagi berjuang sendirian.
Pelita Kasih, Terapi Gratis yang Menghangatkan Hati Keluarga Prajurit
Program ‘Pelita Kasih’ yang digagas Dinas Psikologi TNI AD hadir sejak tahun 2024, menjadi secercah cahaya bagi keluarga prajurit dengan anak berkebutuhan khusus. Melalui program ini, layanan terapi wicara dan okupasi diberikan secara cuma-cuma di RSPAD Gatot Soebroto. Nayla adalah satu dari lebih 200 anak yang telah merasakan manfaatnya. Setiap tiga bulan, ia menjalani evaluasi perkembangan, sementara Dina dan suaminya mendapat sesi konseling untuk menguatkan mental sebagai orang tua. Dukungan ini tak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga menghapus rasa sendu yang kerap menyelimuti. “Sekarang Nayla sudah bisa bilang ‘mama’ dan main dengan temannya,” ujar Dina, matanya berkaca-kaca. Satu kata sederhana itu menjadi hadiah terindah setelah bertahun-tahun menanti.
Di Balik Jarak dan Tugas Negara, Ada Rindu yang Menguatkan
Bagi Praka Andika, yang tengah bertugas jauh di Medan, jarak seringkali menjadi musuh paling berat. Rasa bersalah kerap menyergap karena ia tak bisa mendampingi langsung proses terapi putrinya. Namun, melalui sambungan telepon, cerita-cerita kecil tentang kemajuan Nayla menjelma menjadi suntikan semangat. “TNI tidak hanya peduli pada prajurit, tapi juga keluarganya. Ini sangat berarti,” katanya lirih. Dalam pengabdian yang menuntut kehadiran fisik di tempat lain, program ‘Pelita Kasih’ menjadi jembatan yang menenangkan hati—mengingatkan bahwa dukungan untuk keluarga adalah bagian dari kekuatan seorang prajurit. Kini, setiap kali mendengar Nayla tertawa atau menyebut namanya, Praka Andika merasa bangga sekaligus bersyukur; beban yang selama ini ia pikul terasa lebih ringan karena ada institusi yang memahami pengorbanan di balik seragamnya.
Kisah Nayla dan keluarganya adalah potret bahwa ketahanan seorang prajurit tak pernah lepas dari ketangguhan orang-orang tercinta di rumah. TNI AD lewat program ini telah menunjukkan bahwa dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus bukan sekadar bantuan medis, melainkan juga pelukan hangat bagi para ibu yang lelah, dan penyemangat bagi para ayah yang terpisah jarak. Di tengah keterbatasan, keluarga prajurit diajarkan untuk tetap bertahan—karena perjuangan sesungguhnya seringkali dimulai dari dalam rumah, dari cinta yang tak pernah lelah menanti.
", "ringkasan_html": "Program ‘Pelita Kasih’ dari TNI AD memberikan terapi gratis bagi anak berkebutuhan khusus prajurit, membantu keluarga seperti Dina dan Praka Andika yang berjuang mendampingi putri mereka, Nayla. Dukungan ini tak hanya meringankan beban biaya, tapi juga menguatkan emosional dan menghadirkan harapan di tengah pengabdian yang penuh pengorbanan.
" }Entitas yang disebut
Orang: Nayla, Praka Andika, Dina
Organisasi: TNI AD, Dinas Psikologi TNI AD, RSPAD Gatot Soebroto, TNI
Lokasi: Medan, Indonesia