Inspirasi

Anak Prajurit TNI AU Berprestasi di Olimpiade Sains Nasional, Dedikasi Ayah dari Penugasan Jadi Motivasi

10 Juli 2026 Jakarta Timur 4 views

Muhammad Raihan (12), putra dari Sertu (Tek) Budi, seorang prajurit TNI AU di Skadron Teknik Lanud Halim Perdanakusuma, berhasil meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tak surut meski sang ayah sering bertugas jauh ke pedalaman Papua, pulau terluar, atau daerah operasi yang minim sinyal, menjaga kedaulatan udara.

Di balik keberhasilan Raihan, dukungan orang tua yang konsisten menjadi kunci. Ayahnya selalu menyelipkan buku latihan dan pesan penyemangat di tas sebelum berangkat tugas, serta rajin menanyakan perkembangan belajar melalui panggilan video yang sering terputus. Di rumah, Ibu Sari, seorang guru honorer, dengan setia mendampingi Raihan belajar hingga malam meski lelah mengajar. Kerja sama jarak jauh ini menciptakan lingkungan belajar yang penuh cinta dan motivasi, menjadikan medali perak itu bukan sekadar penghargaan, melainkan lambang keteguhan hati orang tua dan anak menghadapi tantangan.

Anak Prajurit TNI AU Berprestasi di Olimpiade Sains Nasional, Dedikasi Ayah dari Penugasan Jadi Motivasi
{ "konten_html": "

Di sudut rumah sederhana di kawasan Halim, Jakarta, Ibu Sari masih menyimpan rapi setumpuk buku latihan soal yang dulu setia menemani putranya belajar hingga larut. Suaminya, Sertu (Tek) Budi, seorang prajurit TNI AU di Skadron Teknik Lanud Halim Perdanakusuma, sering kali harus meninggalkan keluarga demi tugas menjaga kedaulatan udara—terbang ke pedalaman Papua, ke pulau terluar, atau ke daerah operasi yang bahkan sinyal telepon pun enggan singgah. Namun, di tengah jarak dan keterbatasan itu, sang putra, Muhammad Raihan (12), menorehkan prestasi membanggakan: medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD. Bagi keluarga kecil ini, logam perak itu bukan sekadar penghargaan; ia adalah lambang cinta, air mata, dan dukungan orang tua yang tak pernah lekang oleh waktu.

Dukungan Orang Tua yang Tak Kenal Lelah

Setiap kali Sertu Budi harus berangkat meninggalkan rumah, ada ritual kecil yang selalu ia lakukan: menyelipkan buku-buku latihan dan secarik kertas bertuliskan kalimat penyemangat di dalam tas Raihan. “Papa mungkin nggak bisa nemenin kamu belajar tiap hari, tapi papa selalu doakan yang terbaik,” begitu pesannya yang hingga kini masih disimpan rapi oleh sang anak. Komunikasi mereka hanya bisa terjalin lewat panggilan video yang sering putus-putus, suara yang hilang timbul, dan gambar yang membeku. Namun, di tengah tugas berat menjaga kesiapan teknis pesawat tempur, Sertu Budi tak pernah sekalipun absen menanyakan perkembangan belajar Raihan—seolah motivasi dari ayah yang jauh adalah bahan bakar paling kuat bagi buah hatinya. Di rumah, Ibu Sari, seorang guru honorer, menjadi garda terdepan dukungan orang tua. Setelah seharian mengajar, ia rela menahan lelah untuk mendampingi Raihan mengulang pelajaran hingga malam. “Kadang saya menangis sendiri kalau teringat suami di hutan, tapi melihat semangat Raihan, saya jadi kuat,” kenangnya lirih. Keduanya bahu-membahu, meski terpisah jarak, menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan penuh keyakinan.

Tangis Haru dari Tanah Papua: Prestasi yang Menyatukan Jarak

Saat pengumuman OSN tiba, Sertu Budi sedang berada di pedalaman Papua, fokus pada penugasan yang menuntut seluruh perhatiannya. Pagi itu, dering telepon istrinya memecah keheningan. Dengan suara bergetar, Ibu Sari menyampaikan kabar bahwa Raihan meraih medali perak. Di ujung sambungan yang tak stabil, sang ayah tak kuasa membendung air mata. Tangis haru itu bercampur dengan rasa bangga dan rindu yang selama ini ia pendam sendiri. “Rasanya semua lelah, semua letih, semua malam tanpa tidur terbayar lunas,” tuturnya kemudian. Bagi Raihan, prestasi ini mengajarkan bahwa motivasi dari seorang ayah yang jaraknya ribuan kilometer justru menjadi kekuatan yang melipatgandakan semangatnya. Pimpinan Lanud Halim pun mengundang Raihan dan ibunya ke Markas Besar TNI AU untuk menerima penghargaan khusus—sebuah pengakuan bahwa di balik seragam loreng, ada keluarga yang turut berjuang dalam diam.

Kisah Raihan mengingatkan kita bahwa dukungan orang tua tidak selalu hadir dalam bentuk kehadiran fisik. Bagi keluarga prajurit TNI AU, cinta dan doa yang dikirimkan dari kejauhan justru menjadi fondasi ketangguhan anak. Medali perak itu bukan hanya simbol prestasi akademik, melainkan juga bukti bahwa pengorbanan dan ketahanan emosional keluarga mampu menumbuhkan benih-benih harapan yang terus bersemi, bahkan di tengah keterbatasan yang paling menantang sekalipun.

", "ringkasan_html": "

Muhammad Raihan (12), putra Sertu (Tek) Budi, prajurit TNI AU, meraih medali perak OSN di tengah tugas ayahnya yang jauh di Papua. Dukungan orang tua yang tak kenal lelah dari sang ibu dan motivasi sang ayah lewat pesan serta panggilan video menjadi kunci di balik prestasi anak ini, sekaligus bukti ketangguhan keluarga prajurit yang terpisah jarak.

" }

Entitas yang disebut

Orang: Muhammad Raihan, Sertu Budi

Organisasi: TNI AU, Skadron Teknik Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Halim Perdanakusuma, Markas Besar TNI AU

Lokasi: Papua, Halim Perdanakusuma

Bacaan terkait

Artikel serupa