Inspirasi

Ayah Bangga, Anaknya Jadi Prajurit TNI AD Pertama di Desa Terpencil Sumba

26 Mei 2026 Waingapu, Nusa Tenggara Timur 6 views

Dari Dusun Watu yang terpencil, Marthen (55) menangis haru saat putranya, Kopral Dua Yohanes, menjadi prajurit TNI AD pertama di desanya. Perjuangan sang anak yang menempuh jalan kaki 6 kilometer ke sekolah, ditambah bimbingan seorang Babinsa, membuktikan bahwa kebanggaan orang tua lahir dari doa dan kerja keras tanpa henti.

Ayah Bangga, Anaknya Jadi Prajurit TNI AD Pertama di Desa Terpencil Sumba

Di Dusun Watu yang sepi, Sumba Timur, air mata menjadi bahasa paling jujur saat seorang ayah bernama Marthen (55) memeluk putranya. Tangannya yang kasar karena bertahun-tahun mencangkul tanah kering kini memeluk erat sosok berseragam loreng—Kopral Dua Yohanes, anaknya. Bukan sekadar pertemuan, momen ini adalah puncak dari segala doa yang dipanjatkan dalam diam, pengorbanan yang tak pernah diceritakan, dan kebanggaan yang akhirnya tumpah begitu saja. Yohanes adalah pemuda pertama dari desa terpencil itu yang berhasil menjadi prajurit TNI AD, dan bagi Marthen, ini lebih dari sekadar profesi; ini adalah jawaban atas setiap tetes keringatnya sebagai buruh tani.

Jalan Terjal yang Ditempuh dengan Kaki Telanjang Hati

Yohanes tumbuh dalam kesederhanaan yang mengajarkan arti ketahanan. Setiap pagi, kaki kecilnya menapaki 6 kilometer jalan berbatu menuju sekolah. Kadang sepatu bolong menjadi saksi bisu, tapi tak pernah ada keluh dari bibirnya. Orang tua seperti Marthen hanya bisa menyaksikan dengan harap yang kerap bergetar oleh rasa tidak pasti. “Dulu saya hanya buruh tani, tak pernah mimpi anak saya bisa jadi tentara. Ini berkat doa dan kerja keras dia sendiri,” kenang Marthen penuh syukur. Di balik kata-katanya, tersimpan bangga yang dalam—sebuah kebanggaan yang tidak lahir dari status, melainkan dari perjuangan diam-diam. Bagi para ibu dan keluarga yang membaca, mungkin terbayang betapa beratnya melepas anak di tengah keterbatasan, namun Marthen membuktikan bahwa doa dan kepercayaan bisa mengubah takdir.

Tekad Yohanes bulat selepas SMA: ia ingin mengangkat derajat keluarganya. Dengan modal semangat yang membara, ia mengikuti seleksi prajurit. Di titik inilah peran seorang Babinsa setempat menjadi sangat berarti. Melihat potensi besar dalam diri pemuda itu, sang Babinsa dengan sabar melatih fisiknya, memberi semangat, dan menjadi mentor yang tak kenal lelah. “Babinsa yang mengajari saya latihan fisik dan memberi semangat. Tanpa beliau, mungkin saya masih di kampung,” aku Yohanes rendah hati. Di sini terlihat bahwa pengabdian bukan hanya milik mereka yang berseragam, tapi juga mereka yang diam-diam membangun jembatan mimpi. Bagi orang tua, sosok Babinsa ini seakan perpanjangan tangan Tuhan yang menjaga anak mereka hingga ke gerbang TNI AD.

Harapan yang Tumbuh di Atas Tanah Kering

Kini, Marthen bukan lagi sekadar buruh tani di mata warga. Ia menjelma menjadi simbol bahwa kebanggaan sejati hadir dari ketabahan. Yohanes pun menyimpan tekad mulia: ia ingin membangun jalan desa yang dulu ia lalui dengan susah payah, serta membantu pendidikan adik-adiknya agar tak lagi menempuh jalan yang sama. Komandan Kodim setempat menyambut hangat dan berkomitmen terus menjaring putra daerah berprestasi, seakan membuka harapan baru bagi keluarga-keluarga yang mungkin masih diselimuti keraguan. Di tengah kerasnya tanah Sumba, benih-benih TNI AD justru tumbuh dengan kekuatan yang mengharukan.

Kisah dari Dusun Watu ini menyirami hati kita semua: bahwa dari tanah yang tampak tandus, bisa lahir tunas-tunas pembela bangsa yang tangguh. Bagi para ibu dan keluarga, ada haru yang mungkin sama—mengingat betapa mahalnya harga sebuah mimpi yang diperjuangkan bersama. Di balik seragam gagah itu, ada tahun-tahun sunyi penantian orang tua, ada letih yang tak pernah diceritakan, dan ada kebanggaan yang akhirnya tumpah sebagai air mata. Inilah potret indah tentang makna keluarga, pengabdian, dan ketahanan emosional yang tak lekan oleh waktu—sebuah pelukan hangat dari Sumba yang mengingatkan kita bahwa cinta dan doa selalu menemukan jalannya.

Entitas yang disebut

Orang: Marthen, Kopral Dua Yohanes

Organisasi: TNI AD, Babinsa, Kodim

Lokasi: Dusun Watu, Sumba Timur, Sumba

Bacaan terkait

Artikel serupa