Inspirasi

Hari Batik Nasional, Istri Prajurit TNI AL di Surabaya Produksi Batik Ecoprint untuk Biayai Pendidikan Anak, Raup Omzet Rp25 Juta per Bulan

06 Juli 2026 Surabaya, Jawa Timur 5 views

Berawal dari keinginan membantu suami yang seorang prajurit TNI AL, Ny. Laksmi (38) di Surabaya memulai usaha batik ecoprint untuk menopang biaya pendidikan ketiga anaknya. Ia memanfaatkan pelatihan gratis dari Dharma Pertiwi untuk menguasai teknik pewarnaan alami berbahan dedaunan, lalu menyulap ruang tamu rumah dinas di Kenjeran menjadi bengkel produksi. Bersama 12 istri prajurit lainnya, mereka membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) 'Kartika Bahari' yang kini meraup omzet hingga Rp25 juta per bulan.

Puncak perjuangan mereka terjadi saat peringatan Hari Batik Nasional, ketika produk batik ecoprint buatan mereka dipamerkan di Mall Tunjungan Plaza. Di luar dugaan, puluhan lembar kain dan pakaian ludes terjual hanya dalam hitungan jam, membuat Laksmi dan rekan-rekannya tak kuasa menahan air mata bahagia. Usaha yang lahir dari semangat dapur hati ini telah menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarga para prajurit.

Hari Batik Nasional, Istri Prajurit TNI AL di Surabaya Produksi Batik Ecoprint untuk Biayai Pendidikan Anak, Raup Omzet Rp25 Juta per Bulan
{ "konten_html": "

Setiap kali pandangannya jatuh pada seragam putih suami yang tergantung rapi, Ny. Laksmi (38) tak hanya melihat lambang pengabdian. Di balik kain bersih itu, ia membaca beban yang tak selalu terucap—gaji bulanan seorang prajurit TNI AL di Koarmada II yang kerap 'berkeringat' untuk mencicil rumah dan membiayai sekolah ketiga anak mereka. “Saya tidak mau hanya berpangku tangan,” ujarnya mantap. Keinginan untuk ikut memastikan masa depan anak-anak itulah yang menumbuhkan benih usaha batik ecoprint yang kini ditekuninya. Dari hati seorang istri yang gelisah, lahir gerakan kecil yang kelak menjadi penopang ekonomi keluarga.

Dari Pelatihan Gratis hingga Bengkel Kecil di Rumah Dinas

Cerita ini bermula dari pelatihan gratis yang diadakan oleh Dharma Pertiwi, organisasi yang merangkul para istri prajurit. Laksmi pertama kali menyentuh teknik ecoprint—memanfaatkan dedaunan dan pewarna alami untuk menciptakan corak kain yang unik dan ramah lingkungan. Ketertarikan itu perlahan berubah menjadi keterampilan serius. Ruang tamu rumah dinas sederhana mereka di kawasan Kenjeran, Surabaya, ia sulap menjadi bengkel kecil. Bersama 12 istri prajurit lain yang merasakan perjuangan serupa, mereka membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) 'Kartika Bahari'. Di situlah sebuah UMKM tangguh mulai menggeliat, lahir dari semangat dapur hati untuk menopang ekonomi keluarga. Di sela tugas suami yang kerap berlayar, para istri ini menemukan kekuatan dalam kebersamaan—menenun harapan lewat setiap lembar kain.

Tangis Haru di Hari Batik Nasional dan Omzet yang Menopang Mimpi

Puncak kerja keras itu tiba pada momen Hari Batik Nasional. Melalui dukungan Dharma Pertiwi, produk batik ecoprint mereka dipamerkan di Mall Tunjungan Plaza, Surabaya. Awalnya, Laksmi dan kawan-kawan hanya berharap bisa memperkenalkan karya mereka. Namun, antusiasme pengunjung sungguh di luar dugaan: puluhan lembar kain dan pakaian ludes hanya dalam hitungan jam. “Kami sendiri sampai terharu, air mata bahagia tidak terbendung saat melihat baju ecoprint kami digandrungi,” kenang Laksmi. Momen itu menjadi titik balik; pesanan terus mengalir dan omzet melonjak stabil hingga Rp25 juta per bulan. Bagi Laksmi, angka itu bukan sekadar prestasi usaha. Setiap rupiah ia alokasikan dengan cermat: porsi terbesarnya untuk tabungan pendidikan ketiga anaknya—dari SD hingga kelak kuliah—sisanya untuk memastikan gizi keluarga tetap terpenuhi. “Suami saya hanya bisa melaut dan bertugas. Saya ingin memastikan anak-anak tetap bisa meraih mimpi tanpa terganggu urusan dapur,” bisiknya lembut. Di balik omzet yang terus tumbuh, tersimpan keletihan yang jarang diungkapkan: begadang menata daun, mencucuk jarum hingga dini hari, sementara sang suami sedang lego jangkar di lautan lepas. Namun, rasa bangga melihat anak-anak terus bersekolah telah mengganti segala letih.

Kisah Ny. Laksmi adalah potret sunyi ketahanan keluarga prajurit. Di balik seragam tempur yang gagah, ada seorang istri yang menjadi nahkoda di rumah, memastikan kompas kehidupan keluarga tetap berlayar ke arah yang benar. Bukan hanya tentang batik ecoprint atau UMKM yang sukses, melainkan tentang cinta yang mewujud dalam kerja keras, pengorbanan yang dibalut keikhlasan, dan keyakinan bahwa pendidikan anak adalah harta paling berharga yang harus diperjuangkan bersama. Di setiap helai kain yang diwarnai daun, tersimpan doa seorang ibu agar masa depan buah hatinya jauh lebih cerah, melebihi luasnya lautan yang kerap memisahkan mereka dari sang ayah.

", "ringkasan_html": "

Ny. Laksmi, istri seorang prajurit TNI AL, memulai usaha batik ecoprint dari rumah dinas untuk membantu biaya pendidikan ketiga anaknya. Berawal dari pelatihan gratis, bersama 12 istri prajurit lain ia membentuk UMKM yang kini meraih omzet Rp25 juta per bulan. Di balik kesuksesannya, tersimpan keletihan dan doa seorang ibu yang ingin memastikan masa depan anak-anak tetap cerah meski suami sering bertugas di laut.

" }

Entitas yang disebut

Orang: Ny. Laksmi, Arif Rahman

Organisasi: Dharma Pertiwi, Kartika Bahari, Koarmada II, TNI AL

Lokasi: Surabaya, Kenjeran, Mall Tunjungan Plaza

Bacaan terkait

Artikel serupa