Kisah TNI

Hari Ibu: Surat Anak Prajurit TNI AL kepada Ibu yang Jadi Ayah dan Ibu Sekaligus

08 Juli 2026 Surabaya, Jawa Timur 6 views

Seorang anak prajurit TNI AL menulis surat menyentuh di Hari Ibu, mengungkapkan bahwa ibunya adalah ayah dan ibu baginya. Kisah Maya dan kegiatan di pangkalan TNI AL Surabaya menyoroti pengorbanan diam-diam para istri prajurit yang menjaga ketahanan keluarga. Surat itu menjadi monumen kecil bagi ketangguhan para ibu yang jarang mendapat sorotan.

Hari Ibu: Surat Anak Prajurit TNI AL kepada Ibu yang Jadi Ayah dan Ibu Sekaligus

Di sebuah sudut dermaga yang sunyi, bukan deru mesin atau teriakan komando yang menggema, melainkan suara hati paling tulus dari seorang anak. Reza (12), putra seorang perwira menengah TNI AL yang kerap menghilang dalam tugas rahasia di kedalaman laut, menulis surat sederhana di peringatan Hari Ibu 2025. “Ibu adalah ayah dan ibu untukku. Ibu yang mengantar sekolah, membantu PR, dan menenangkan aku saat ayah pergi,” tulisnya dengan tulisan tangan yang masih belum rapi namun sarat makna. Surat ini bukan sekadar kertas bertinta; ia adalah jendela kecil yang membuka realitas pengorbanan tak kasat mata yang dialami keluarga prajurit, terutama para ibu yang menjadi fondasi ketahanan mental di balik seragam loreng.

Ibu yang Menjadi Dermaga di Tengah Gelombang Sunyi

Bagi Maya, ibunda Reza, menerima surat itu serasa mendekap kembali semua lelah yang selama ini ia telan sendiri. Mengasuh tiga anak sendirian, sementara sang suami bertugas tanpa kabar berhari-hari bahkan berbulan-bulan, adalah perjalanan batin yang hanya dipahami oleh hati istri prajurit. Setiap malam yang lengang tanpa kepastian kapan telepon berdering, setiap pagi yang harus dimulai dengan senyum agar anak-anak tak ikut cemas, adalah ujian yang membentuk Maya menjadi nahkoda tangguh bagi bahtera rumah tangganya. Ia belajar menjadi ayah yang tegas sekaligus ibu yang lembut, mengarungi badai rindu dan khawatir tanpa bisa berlabuh pada pelukan suami saat air mata anak-anak jatuh. Kisah Maya adalah potret ribuan perempuan di lingkungan TNI AL yang tak memakai seragam, namun setiap hari berperang melawan sepi dan kerinduan. Di saat suami mereka menjaga perbatasan laut dari dalam kapal selam yang dingin, para ibu ini menghangatkan hati anak-anak yang merindukan figur seorang ayah dengan cerita pengantar tidur yang didongengkan sendiri.

Menulis sebagai Pelukan bagi Jiwa yang Tangguh

Menyadari pengorbanan tak kasat mata inilah, peringatan Hari Ibu di pangkalan TNI AL Surabaya digelar dengan cara yang berbeda. Tak ada parade panjang, hanya ruang hening tempat para ibu tangguh itu benar-benar didengarkan. Seorang psikolog hadir membekali mereka strategi mengelola stres dan berkomunikasi efektif dengan anak yang merindukan figur ayah. Puncaknya, para ibu diajak menuangkan gelisah dan harapan ke dalam jurnal, langkah katarsis yang akan dibukukan menjadi arsip inspirasi. Di sanalah surat Reza menemukan rumahnya: sebuah monumen kecil yang mengingatkan bahwa di balik misi rahasia dan seragam loreng, ada hati kecil yang merindu dan tangan lembut ibu yang tak pernah berhenti menguatkan. “Kami ingin para istri prajurit merasa dilihat dan dihargai, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi sebagai pejuang di lini paling sunyi,” ungkap salah satu penyelenggara kegiatan. Tulisan polos anak ini menjadi bukti paling autentik bahwa ketahanan mental seorang prajurit sesungguhnya dibangun oleh ketangguhan hati sang ibu di rumah.

Pengorbanan dalam keluarga militer hadir dengan dimensi yang tak kasat mata. Bukan hanya jarak yang memisahkan, melainkan kehangatan yang tertunda—sosok ayah yang tetap hidup dalam cerita pengantar tidur yang didongengkan ibu. Surat Reza adalah pengingat yang merangkul kita semua: bahwa di balik setiap kapal selam yang menjaga perairan Indonesia, ada pelukan yang tak pernah sampai, dan ada ibu yang rela menjadi dua sosok sekaligus. Di Hari Ibu, kita diajak menengok para pahlawan tanpa tanda jasa ini—para istri yang mengisi kekosongan dengan cinta berlipat ganda, yang bahunya menjadi sandaran saat rindu menghantam, dan yang doanya menjadi kompas bagi kapal-kapal yang berlayar jauh.

Entitas yang disebut

Orang: Reza, Maya

Organisasi: CNN Indonesia, TNI AL, Pangkalan TNI AL Surabaya

Lokasi: Surabaya

Bacaan terkait

Artikel serupa