Keluarga
HUT ke-80 TNI: Istri Prajurit TNI AD di Perbatasan RI-PNG Ceritakan Perjuangan Melahirkan Tanpa Dokter, Bidan Desa Jadi Penolong
Menjelang peringatan HUT ke-80 TNI, kisah haru datang dari Merauke, Papua Selatan. Rinawati (32), istri dari Sertu Dwi Cahyo anggota Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam, menceritakan detik-detik menegangkan saat harus melahirkan anak keempat mereka tanpa dokter. Saat kontraksi hebat melanda, suaminya tengah bertugas di pos perbatasan yang berjarak 4 jam dari puskesmas terdekat. Hanya bidan desa setempat, Mama Yuliana, yang dengan sigap membantu proses persalinan di rumah dinas sederhana. 'Saya hanya bisa pasrah sambil memegang foto suami. TNI sudah dididik untuk siap, istri juga harus siap,' ujar Rinawati dengan mata berkaca-kaca. Bayi perempuan mungil mereka lahir selamat dan diberi nama Kasih Pertiwi sebagai simbol cinta tanah air. Kepala Staf TNI AD melalui Danrem setempat mengirimkan bantuan perlengkapan bayi dan memfasilitasi komunikasi video dengan sang suami di hari pertama kelahiran. Kisah ini menjadi potret nyata bagaimana ketangguhan keluarga prajurit terbentuk dari keterbatasan fasilitas di daerah terpencil, namun tetap diliputi rasa syukur dan kebanggaan atas pengabdian suami kepada negara.
Entitas yang disebut
Orang: Rinawati, Sertu Dwi Cahyo, Mama Yuliana, Kasih Pertiwi
Organisasi: TNI, TNI AD, Satgas Pamtas Yonif 312/Kala Hitam
Lokasi: Merauke, Papua Selatan, perbatasan RI-PNG