Keluarga

Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka

05 Juni 2026 Kulon Progo, Yogyakarta 4 views

Kedatangan istri Praka Farizal Romadhon, Fafa Nur Azila, dari Aceh ke rumah duka di Kulon Progo diwarnai isak tangis saat bertemu ibu mertua. Bersamanya, anak balita mereka yang berusia satu setengah tahun hadir dalam suasana duka. TNI memberikan pendampingan penuh untuk keluarga yang ditinggalkan, memastikan mereka tidak sendiri dalam prosesi pemakaman.

Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka

Pagi itu, rumah duka di Ledok, Kulon Progo, beringsut sunyi dalam duka yang tak terkatakan. Suasana berubah getar saat sebuah mobil berhenti dan seorang perempuan muda turun perlahan—Fafa Nur Azila, istri dari almarhum Praka Farizal Rhomadhon, yang gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon. Ia datang dari Aceh, bukan sendiri. Dalam gendongannya, tertidur lelap buah hati mereka yang baru berusia satu setengah tahun. Kedatangan istri dan anak balita ini seketika memecah tangis yang sejak tadi tertahan.

Pelukan di Tengah Duka: Isak Tangis Tak Terbendung

Momen yang paling menyayat hati terjadi begitu Fafa turun dari kendaraan. Ia berjalan menuju kerumunan keluarga besar, lalu bertemu pandang dengan ibu kandung almarhum. Dua perempuan yang sama-sama kehilangan itu langsung berpelukan erat di samping mobil. Isak tangis mereka pecah, berubah menjadi histeris yang menggetarkan siapa pun yang hadir. Seorang kerabat dengan sigap menggendong si kecil yang setengah terbangun, sementara yang lain berusaha menguatkan kedua perempuan itu. Anak balita itu, dalam balutan baju hangat, mungkin belum mengerti mengapa ibunya menangis begitu pilu, mengapa orang-orang di sekitarnya ikut bersedih. Namun hadirnya justru menjadi pengingat betapa berat kehilangan ini: seorang ayah yang pergi sebagai penjaga perdamaian, pulang hanya sebagai kenangan.

Pendampingan TNI: Lebih dari Sekadar Protokol

Di tengah duka yang menyelimuti, pihak kesatuan TNI hadir bukan hanya sebagai institusi, tetapi sebagai keluarga besar. Komandan Batalyon, istri Dananyon, perwira, pengurus Persit, serta sejumlah bintara terlihat mendampingi Fafa sejak kedatangannya di rumah duka. Pendampingan TNI ini bukan formalitas; ia adalah wujud nyata tanggung jawab dan perhatian mendalam kepada keluarga prajurit yang telah berkorban. Mereka memastikan bahwa Fafa tidak berjalan sendiri melewati prosesi duka hingga pemakaman selesai. Pendampingan ini akan terus berlanjut, menjadi pelukan hangat di saat keluarga kecil itu harus menghadapi kenyataan pahit ditinggal sang tulang punggung sekaligus pelindung. Dari istri perwira hingga pengurus Persit, semua hadir untuk menguatkan, menggantikan sejenak kehangatan yang hilang.

Pemandangan ini menyiratkan pesan yang dalam: di balik seragam dan tugas negara, ada kehidupan keluarga prajurit yang diam-diam menanggung beban berat. Mereka adalah para istri yang kerap harus menahan rindu, membesarkan anak dalam ketidakpastian, dan mendoakan keselamatan suami di tanah jauh. Kini, bagi Fafa, doa-doa itu telah berganti menjadi kenangan. Namun ia tidak sendiri. TNI, melalui pendampingan penuh ini, mengingatkan bahwa pengabdian seorang prajurit juga adalah pengabdian keluarganya—dan negara tak akan membiarkan mereka berjalan dalam sepi.

Di tengah isak yang perlahan mereda, si kecil kembali tertidur dalam gendongan kerabat. Matahari pagi di Kulon Progo bersinar lembut, seakan ikut menemani duka yang masih akan berlangsung. Kepergian Praka Farizal Rhomadhon adalah luka bagi mereka yang mencintai, namun juga menjadi cermin bagi kita semua: bahwa di balik setiap seragam tentara, ada hati yang berdebar menanti kepulangan, ada anak yang merindukan tawa ayah, dan ada istri yang memilih tegar meski air matanya tak tertahankan. Hari itu, rumah duka di Ledok bukan hanya tempat bersedih, melainkan saksi bisu dari cinta, pengorbanan, dan kebersamaan yang akan selalu dijaga sebagai warisan terindah dari seorang prajurit.

Entitas yang disebut

Orang: Fafa Nur Azila, Farizal Rhomadhon

Organisasi: UNIFIL, TNI, Persit

Lokasi: Kulon Progo, Ledok, Bandara Yogyakarta, Aceh, Lebanon

Bacaan terkait

Artikel serupa