Keluarga

Istri Prajurit TNI AL di Surabaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi Lewat Usaha Batik Ecoprint

27 Mei 2026 Surabaya, Jawa Timur 5 views

Ny. Dwi, istri prajurit TNI AL di Surabaya, sempat terpuruk karena penghasilan suami di laut tak mencukupi kebutuhan. Berkat dukungan sesama istri prajurit dan pendampingan Puspomal, ia bangkit lewat usaha kreatif batik ecoprint dari daun sekitar asrama. Kini, usahanya tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol ketangguhan dan cinta dalam rumah tangga prajurit.

Istri Prajurit TNI AL di Surabaya Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi Lewat Usaha Batik Ecoprint

Di sebuah sudut asrama TNI AL di Surabaya, Ny. Dwi kerap menatap laut lepas dari kejauhan. Suaminya, seorang prajurit yang bertugas di kapal, harus berlayar berbulan-bulan, meninggalkan ia dan buah hati mereka dalam sunyi. Awalnya, Dwi mencoba tegar menghadapi kenyataan pahit: penghasilan suami sebagai prajurit tak selalu cukup menutup kebutuhan rumah tangga yang terus berdesak. Rasa cemas dan letih kerap menyergap di tengah malam, namun ia tak ingin suaminya menanggung beban pikiran saat mengarungi samudra.

Bangkit dari Keterpurukan Bersama Alam Sekitar

Keputusasaan perlahan berganti harapan ketika Dwi mendapat dorongan dari sesama istri prajurit di lingkungan asrama. Mereka saling menguatkan, berbagi cerita, hingga muncul ide untuk memanfaatkan daun-daun yang berlimpah di sekitar menjadi sesuatu yang bernilai. Dari situ, Dwi mulai merintis usaha batik ecoprint—teknik kreatif yang memindahkan pola alami daun ke kain dengan sentuhan ramah lingkungan. Proses ini seperti menemukan kembali jati dirinya: setiap lembar daun yang ia pilih seolah mewakili ketangguhan yang perlahan tumbuh dari dalam hati.

Dukungan yang Menguatkan Langkah Kecil

Usaha batik ecoprint Dwi tak berjalan sendiri. Pendampingan dari Puspomal (Pusat Polisi Militer Angkatan Laut) hadir untuk memberikan pelatihan dan akses pemasaran. Kini, kain-kain ecoprint buatannya mulai dikenal, dan pesanan mengalir dari berbagai kalangan. “Saya tak ingin suami khawatir di kapal karena urusan rumah. Saya harus kuat,” ujar Dwi dalam sebuah wawancara, suaranya bergetar namun penuh keyakinan. Bagi Dwi, setiap rupiah yang ia hasilkan bukan sekadar tambahan ekonomi, melainkan bukti bahwa cinta dan pengorbanan seorang istri bisa menjelma menjadi kekuatan yang nyata.

Di balik senyumnya, Dwi masih menyimpan rindu yang mendalam pada sang suami. Namun ia belajar bahwa ketahanan rumah tangga seorang prajurit bukan hanya tentang bertahan dalam kesepian, tapi juga tentang tumbuh dan berkarya. Anak-anaknya kini melihat bahwa di samping seragam kebanggaan ayah mereka, ada sosok ibu yang juga berjuang dengan caranya sendiri—mengubah daun menjadi harapan, menjaga ekonomi keluarga, dan merajut cinta yang tak lekang oleh jarak.

Entitas yang disebut

Orang: Dwi

Organisasi: TNI AL, Puspomal

Lokasi: Surabaya

Bacaan terkait

Artikel serupa