Inspirasi

Istri Prajurit TNI AL Dirikan Komunitas Baca untuk Anak-anak di Kompleks Perumahan

23 Juni 2026 Surabaya, Jawa Timur 4 views

Di kompleks perumahan TNI AL Surabaya, seorang istri prajurit mendirikan “Rumah Baca Pelangi” sebagai jawaban atas kerinduan dan beban menjadi orang tua tunggal sementara. Komunitas ini bukan hanya menumbuhkan literasi anak-anak lewat buku dan dongeng, tetapi juga menjadi ruang hangat pemberdayaan sesama istri yang saling menguatkan di tengah penantian panjang terhadap suami yang bertugas di lautan.

Istri Prajurit TNI AL Dirikan Komunitas Baca untuk Anak-anak di Kompleks Perumahan

Di tengah sunyi yang menyelimuti sebuah kompleks perumahan dinas TNI AL di Surabaya, ada denyut kehidupan yang lahir dari gelombang kerinduan. Seorang istri prajurit muda, yang biasa disapa dengan hangat, merasakan betul beban menjadi nahkoda rumah tangga seorang diri. Suaminya, seorang prajurit pengawal laut, seringkali harus berlayar berbulan-bulan meninggalkan dirinya bersama dua buah hati. Tanggung jawab mengurus anak-anak tanpa kehadiran sang ayah, lengkap dengan kekhawatiran yang tak bertepi, nyaris membuatnya tenggelam dalam lelah yang tak terucap. Namun, dari kedalaman rasa itulah ia justru menemukan kekuatan yang tak terduga. Gelisah yang ternyata diam-diam juga dirasakan banyak istri lainnya—berjuang menjadi ‘single parent’ sementara, memastikan senyum anak tetap merekah meski figur ayah tak di sisi—berubah menjadi benih pemberdayaan dan gerakan literasi yang menyentuh hati. Dengan bekal kecintaan pada buku dan semangat untuk saling menguatkan, ia mendirikan sebuah komunitas baca yang ia beri nama penuh harapan, “Rumah Baca Pelangi”.

Dari Ruang Tamu Menjadi Ruang Tumbuh yang Menenangkan Jiwa

Awalnya hanya ruang tamu yang disulap dengan tumpukan buku donasi. Berkat dukungan hangat dari Persit (organisasi istri prajurit) setempat, perlahan ruang pribadi itu bertransformasi menjadi perpustakaan mini yang nyaman dan penuh warna. Kini, puluhan anak dari keluarga TNI AL rutin mengisi hari-hari penantian mereka di sana. Rumah Baca Pelangi bukan sekadar tempat membuka lembaran buku; ia menjelma menjadi ruang tumbuh di mana imajinasi mekar tanpa batas. Setiap cerita yang dibacakan seolah membawa pelukan hangat sang ayah yang sedang bertugas di lautan luas. Kegiatan sederhana seperti mendengarkan dongeng, berkarya dengan tangan, hingga belajar bersama menjadi oase di tengah rutinitas yang seringkali diwarnai rasa cemas dan kerinduan. Para ibu pun tak hanya mengantar. Mereka bergantian mendongeng, membimbing kerajinan, atau sekadar setia menemani si kecil yang masih terbata mengeja. Gerakan literasi yang semula hanya gagasan pribadi ini, berubah menjadi pelukan hangat kolektif yang merawat kebersamaan dan ketahanan emosional seluruh keluarga prajurit. Ketika tawa riang menggema di antara rak buku sederhana, beban menjadi ibu tunggal sementara terasa lebih ringan. Setiap goresan pensil warna dan potongan kertas yang direkatkan adalah simbol kecil bahwa anak-anak ini, meski terpisahkan jarak dan laut dari ayah tercinta, tetap mendapatkan perhatian dan cinta yang utuh.

Ketika Buku Menyatukan Hati yang Saling Menguatkan

Lebih dari sekadar tempat membaca, “Rumah Baca Pelangi” menjelma menjadi wadah silaturahmi yang merekatkan hati sesama istri prajurit. Di sela-sela mendampingi buah hati, para ibu saling berbagi cerita, melepas penat, dan menguatkan satu sama lain. Mereka paham betul rasanya cemas menunggu kabar di tengah badai, bangga yang bercampur haru saat suami pulang dengan selamat, dan letih yang tak terucap ketika harus tegak menjalani peran ganda. Melalui komunitas ini, pemberdayaan perempuan terjadi secara alami dan menyentuh, lahir dari empati dan pengalaman yang sama. Setiap buku yang dibaca tidak hanya membuka wawasan anak-anak, tetapi juga membuka hati para ibu untuk saling merangkul. Di sudut rumah yang hangat itu, kecemasan diurai menjadi doa, dan penantian panjang diubah menjadi nyanyian harapan. Gerakan kecil dari seorang ibu ini membuktikan bahwa di balik tegapnya seragam loreng yang menjaga perairan Nusantara, ada taman hati yang dirawat oleh perempuan-perempuan tangguh. Mereka bukan hanya pendamping, melainkan tiang penyangga yang memastikan kehidupan tetap hangat dan bermakna, menerjemahkan pengabdian suami menjadi ketahanan sebuah keluarga.

Rumah Baca Pelangi mengajarkan kita bahwa pengorbanan seorang istri prajurit bukanlah kisah pilu yang pasif. Ini adalah kisah tentang mencipta ruang, menabur benih masa depan, dan merajut kekuatan dari benang-benang kerinduan. Di tengah keterbatasan, mereka membangun mercusuar kecil yang menerangi jiwa anak-anak dan menyatukan sesama pejuang kehidupan. Sebab sejatinya, ketahanan bangsa juga berakar dari rumah-rumah tangga yang saling menjaga, sekalipun sang penjaga utama sedang bertugas di batas cakrawala.

Entitas yang disebut

Organisasi: TNI AL, Persit, Rumah Baca Pelangi

Lokasi: Surabaya

Bacaan terkait

Artikel serupa