Keluarga

Keikhlasan Istri Prajurit TNI Lepas Suami Bertugas ke Lebanon di Tengah Ketegangan

09 Juli 2026 Surabaya, Jawa Timur 3 views

Bagi Apriliana, istri prajurit yang telah lima kali melepas suami bertugas, keikhlasan adalah latihan yang terus menguji di setiap pelepasan. Kekhawatiran akan keselamatan suami di Lebanon berbaur dengan pertanyaan polos anak-anak yang merindukan sang ayah. Di tengah pengabdian, ia menemukan kekuatan dari dukungan sesama istri prajurit dan mengajarkan bahwa cinta pada negeri adalah kebanggaan yang harus dijaga.

Keikhlasan Istri Prajurit TNI Lepas Suami Bertugas ke Lebanon di Tengah Ketegangan

Di tengah derap langkah prajurit dan upacara pelepasan yang khidmat, Apriliana Setyawan (36) duduk memeluk erat anak bungsunya yang baru berusia dua tahun. Balita itu tertidur pulas, tak mengerti bahwa sang ayah sebentar lagi akan meninggalkan rumah untuk misi panjang ke Lebanon. Di sampingnya, putra sulung berusia lima tahun menatap sekeliling dengan mata penuh tanya. “Mana Papa, Ma?” suara polosnya memecah keheningan, menggetarkan hati Apriliana yang sudah lima kali melewati momen pelepasan sejak 2016. Bagi istri seorang prajurit Yonif Raider 514, keikhlasan bukanlah hadiah yang datang sekali, melainkan latihan yang terus menguji setiap kali koper hijau itu terisi.

Pelepasan yang Tak Pernah Ringan

Setiap pelepasan membawa lapis emosi yang berbeda. Kali ini, saat suami Apriliana berangkat ke Lebanon, suasana jauh lebih berat. Ketegangan yang memanas di wilayah konflik dan kabar duka gugurnya anggota Kontingen Garuda membuat kekhawatiran itu nyata, menusuk, dan sulit disembunyikan. “Rasanya lebih berat dari sebelumnya,” bisik Apriliana, menahan agar air mata tak jatuh di depan anak-anak. Ia tahu, ia harus menjadi ibu sekaligus ayah, menjaga rumah dan hati kedua buah hatinya yang masih sangat membutuhkan kehadiran figur ayah. Pertanyaan si sulung yang terus mencari Papa bukan hanya polos, tapi juga mengingatkan bahwa pengabdian ini bukan miliknya sendiri – anak-anak pun ikut menanggung rindu yang tak kasat mata.

Sebagai seorang ibu, Apriliana belajar menyembunyikan kecemasan di balik senyum hangat. Di depan anak-anaknya, ia adalah sosok yang tenang, meski di dalam dada ada doa panjang yang tak pernah putus. Keikhlasan yang ia bangun bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan keberanian untuk terus berjalan meski hati diliputi ketidakpastian. Momen-momen kecil seperti menidurkan anak sendirian, menyiapkan makan malam tanpa suami, atau menjawab pertanyaan “Kapan Papa pulang?” adalah ujian yang mendewasakan, namun tak pernah benar-benar membuatnya terbiasa.

Kekhawatiran dan Pengabdian yang Berjalan Berdampingan

Misi kemanusiaan yang diemban suaminya adalah panggilan mulia untuk menjaga perdamaian dunia, namun di sisi lain, kabar buruk dari medan tugas bisa datang kapan saja. Setiap dering telepon di malam hari membuat jantung Apriliana berdetak lebih kencang. Ia tak bisa menutup mata dari kenyataan bahwa rumah yang ia jaga sendirian terasa lebih sunyi, diisi oleh harap dan cemas yang bergantian. “Bagaimana menjelaskan pada anak bahwa ayahnya pergi ke tempat yang berbahaya?” tanyanya berulang kali. Sebagai jawaban, ia hanya bisa memeluk anak-anaknya lebih erat, mengajarkan bahwa pengabdian sang Papa adalah wujud cinta pada negeri yang harus mereka banggakan.

Namun di tengah segala kekhawatiran, ada kekuatan yang tak kasat mata: dukungan dari sesama istri prajurit. Mereka saling menguatkan, berbagi cerita dan air mata, lalu bersama-sama meyakini bahwa doa adalah jangkar yang akan membawa suami-suami mereka pulang dengan selamat. Keikhlasan pun tumbuh dari kebersamaan itu, bukan untuk menghilangkan rasa takut, tapi untuk merangkaknya menjadi bagian dari cinta yang lebih besar. Bagi Apriliana, setiap pelepasan adalah pelajaran tentang arti keluarga yang sesungguhnya: hadir dalam doa, kuat dalam penantian, dan bangga dalam setiap langkah pengabdian suami. Di matanya, kepergian suami bukan sekadar tugas negara, melainkan warisan keteguhan hati yang kelak akan diceritakan kepada anak-anaknya.

Entitas yang disebut

Orang: Apriliana Setyawan

Organisasi: TNI, Yonif Raider 514, Kontingen Garuda

Lokasi: Lebanon

Bacaan terkait

Artikel serupa