Keluarga

Keikhlasan Istri Prajurit TNI Lepas Suami Bertugas ke Lebanon di Tengah Serangan Israel ke UNIFIL

05 Juni 2026 Bondowoso, Jawa Timur 5 views

Upacara pelepasan tugas Satgas TNI di Lebanon di Bondowoso diwarnai haru saat para istri prajurit dengan keikhlasan melepas suami meski risiko lapangan meningkat. Kisah Apriliana yang telah lima kali melepas suami bertugas menjadi gambaran betapa dukungan keluarga adalah kekuatan utama di balik pengabdian prajurit. Di balik kecemasan dan kerinduan, para istri terus menjadi tiang kokoh yang menguatkan langkah suami ke medan tugas.

Keikhlasan Istri Prajurit TNI Lepas Suami Bertugas ke Lebanon di Tengah Serangan Israel ke UNIFIL

Suasana haru dan tekat berpadu di Lapangan Bondowoso, Sabtu (4/4/2026), saat upacara pelepasan tugas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL Lebanon digelar. Di tengah barisan prajurit yang gagah, tampak para istri prajurit dengan mata berkaca-kaca, namun tetap tersenyum. Mereka tahu, suami mereka akan berangkat ke medan yang tidak biasa: Lebanon, yang belakangan dilanda ketegangan setelah serangan Israel menimpa personel UNIFIL, termasuk prajurit Indonesia. Namun, di balik cemas yang menyelimuti, keikhlasan justru menjadi kekuatan utama para perempuan tangguh ini.

Pelukan yang Bicara Lebih dari Kata

Di pinggir lapangan, Apriliana Setyawan (36) duduk sambil memeluk anak keduanya yang baru berusia dua tahun, tertidur pulas dalam dekapan ibu. Di sampingnya, anak pertama berusia lima tahun sesekali bertanya, "Mana Papa, Ma?" Sejak 2016, ini kelima kalinya Apriliana melepas suami bertugas: dari Atambua, Ambon, dua kali ke Papua, dan kini Lebanon. Meski bukan pengalaman pertama, setiap perpisahan selalu meninggalkan luka yang sama. "Saya ikhlas karena ini tanggung jawab seorang prajurit," ucapnya lirih, matanya tak lepas dari sosok suami yang berdiri di barisan. Pelukan hangat dan swafoto terakhir menjadi penguat sebelum jarak memisahkan. Bagi Apriliana, keikhlasan istri prajurit bukanlah tanpa air mata, melainkan menerima bahwa cinta dan pengabdian berjalan beriringan.

Risiko Lapangan yang Tak Bisa Diabaikan

Keberangkatan kali ini terasa lebih berat. Meningkatnya risiko lapangan akibat konflik yang melibatkan pasukan perdamaian PBB membuat hati para istri berdebar lebih kencang. Kabar prajurit TNI yang menjadi korban serangan di Lebanon bukan lagi sekadar berita asing. Ia menjadi kenyataan yang mengganggu tidur malam, yang membuat setiap dering telepon mendadak terasa menegangkan. Namun, di sinilah letak kekuatan sesungguhnya: dukungan tak tergoyahkan. Para istri ini bukan hanya menunggu di rumah, melainkan menjadi fondasi yang membuat prajurit tetap tegak. Mereka sadar, pelepasan tugas adalah wujud cinta pada bangsa yang lebih besar, meski harus merelakan kehangatan keluarga untuk sementara.

Di balik seragam dan senjata, ada kisah tentang seorang istri yang menghitung hari, seorang anak yang bertanya di mana papa, dan malam-malam panjang yang dipenuhi doa. Kisah Apriliana hanyalah satu dari ribuan kisah serupa. Ketika upacara usai dan para prajurit mulai bergerak, yang tertinggal adalah keyakinan bahwa pengorbanan ini tidak sia-sia. Keluarga prajurit mengajarkan bahwa ketahanan sejati bukan tentang tidak merasakan sakit, melainkan tetap memilih mendukung walau hati teriris. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang menjadikan keikhlasan sebagai napas pengabdian, demi negeri yang begitu dicintai.

Entitas yang disebut

Orang: Apriliana Setyawan

Organisasi: TNI, Kontingen Garuda, UNIFIL

Lokasi: Bondowoso, Lebanon, Atambua, Ambon, Papua, Israel

Bacaan terkait

Artikel serupa