Inspirasi
Kisah Guru Relawan di Pulau Terluar: Istri Prajurit TNI AL yang Mengajar Anak Nelayan
Di sebuah pulau terluar, istri prajurit TNI AL Santi membuka ruang belajar gratis di rumah dinasnya untuk anak-anak nelayan. Dengan dukungan suami dan solidaritas warga, ia menjadi guru relawan yang menyalakan harapan di perbatasan, menghadirkan kehangatan keluarga di tengah kerasnya kehidupan pulau terpencil.
Di Pulau Sebatik, pulau terluar yang bertengger di ujung utara Kalimantan, berbatasan langsung dengan Malaysia, sore hari dipenuhi suara anak-anak yang mengeja huruf. Suara itu bukan berasal dari gedung sekolah mewah, melainkan dari sebuah rumah dinas sederhana milik keluarga prajurit TNI Angkatan Laut. Di sanalah Santi, seorang istri prajurit, memilih menjadi guru relawan dengan membuka pintu rumahnya—dan hatinya—untuk anak-anak nelayan yang haus belajar. “Saya ingin anak-anak ini bisa membaca dan menulis, masa depan mereka jangan tertinggal,” ucapnya dengan mata berbinar, menggambarkan ketulusan yang menembus keterbatasan. Bagi Santi, menjadi pendamping suami yang bertugas menjaga kedaulatan bukan berarti berdiam diri; justru dari tugas sang suami, ia menemukan panggilan pengabdiannya sendiri.
Entitas yang disebut
Orang: Santi
Organisasi: TNI AL
Lokasi: Pulau Sebatik, Indonesia, Malaysia