Keluarga
Kisah Perwira TNI AU Perempuan yang Sukses Rawat Anak Down Syndrome di Tengah Dinas
Mayor Tek Devi Anggraeni (40), seorang perwira TNI AU yang bertugas di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, menjalani peran ganda yang penuh tantangan. Selain mengemban tugas sebagai prajurit, ia juga seorang ibu yang mendampingi putranya, Rafa (10), yang terlahir dengan down syndrome. Kesehariannya diisi dengan dedikasi kepada negara sekaligus perjuangan mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.
Saat pertama kali menerima diagnosis tersebut, Devi sempat terpukul dan diliputi kecemasan tentang masa depan Rafa. Namun, dukungan penuh sang suami—yang juga seorang perwira TNI AU—menjadi kekuatan utama baginya untuk bangkit dan belajar menerima kondisi sang anak. Di sisi lain, institusi TNI AU memberikan perhatian nyata: komandan satuannya memberi fleksibilitas pengaturan tugas agar Devi bisa mendampingi sesi terapi Rafa tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai prajurit. Momen yang paling berkesan adalah saat Rafa diizinkan mengunjungi hanggar pesawat tempur, di mana matanya berbinar melihat pesawat yang selama ini hanya ia lihat di gambar. Kebahagiaan sederhana itu justru menjadi terapi ampuh yang membuat Rafa lebih ceria dan bersemangat.
Mayor Devi menegaskan bahwa lingkungan yang suportif menjadi kunci utama keberhasilan Rafa tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Kisahnya menjadi bukti bahwa dengan penerimaan, dukungan keluarga, dan kepedulian lingkungan kerja, anak berkebutuhan khusus dapat berkembang optimal di tengah keterbatasan.
Di balik senyum tegas seorang perwira, ada hati seorang ibu yang tak pernah berhenti berjuang. Itulah yang terpancar dari sosok Mayor Tek Devi Anggraeni (40), seorang perwira perempuan TNI AU yang bertugas di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Di tengah deru mesin dan tanggung jawab kedinasan, ia menyimpan kisah sunyi yang tak banyak orang tahu: mendampingi putranya, Rafa (10), yang terlahir dengan down syndrome. Bagi Mayor Devi, seragam loreng bukan hanya lambang pengabdian pada negara, tetapi juga tameng cinta bagi anak berkebutuhan khusus yang menjadi mutiara hidupnya.
Ketika Diagnosis Datang dan Harapan Mulai Bersemi
Mengingat kembali saat pertama kali mendengar vonis itu, mata Mayor Devi sempat menerawang. Seperti banyak ibu lainnya, hatinya remuk, pikirannya penuh tanya. Ada cemas yang menggunung, sedih yang tak terucap, dan gamang membayangkan masa depan Rafa. Namun di tengah badai perasaan itu, sang suami—yang juga seorang perwira—menjadi pelabuhan paling aman. Bersama, mereka belajar merangkul kenyataan, mencari informasi, dan menyusun langkah demi langkah untuk mendukung tumbuh kembang Rafa. Dukungan itu tak hanya datang dari keluarga kecilnya; institusi TNI AU, melalui komandan satuan, menunjukkan empati yang luar biasa. Devi diberi fleksibilitas dalam pengaturan tugas agar bisa mendampingi Rafa menjalani terapi dan kebutuhan khususnya, tanpa harus mengorbankan tanggung jawab sebagai prajurit. Sebuah momen sederhana yang mengubah banyak hal: ketika Rafa diizinkan mengunjungi hanggar pesawat tempur. Mata bocah itu berbinar, menatap kagum deretan pesawat yang selama ini hanya ia lihat dalam gambar. “Kebahagiaan sederhana seperti itu bisa jadi terapi paling ampuh,” batin Devi. Kunjungan itu menyulut semangat baru dalam diri Rafa, membuatnya lebih ceria dan penuh energi setiap hari.
Lingkungan Suportif: Kunci Rafa Tumbuh Percaya Diri
Kisah perjuangan Mayor Devi bukan hanya tentang ketegaran seorang ibu; ini tentang sebuah ekosistem yang memeluk tanpa syarat. Kini, Rafa bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tepat, dan perkembangannya sungguh membanggakan. Ia menjelma menjadi bocah yang semakin mandiri, komunikatif, dan punya ketertarikan besar pada dunia aviasi—seolah ingin menapaki jejak langit kedua orang tuanya. Dengan mata berbinar haru, Devi berpesan, “Jangan menyerah, teruslah mencari dan membangun lingkungan yang mendukung. Anak-anak kita istimewa, mereka punya cara sendiri untuk tumbuh.” Baginya, kebijakan TNI AU yang kian responsif terhadap kebutuhan para perwira perempuan dan keluarganya adalah bukti bahwa pengabdian tak harus mengorbankan kehangatan keluarga. Dukungan institusi, sekecil apa pun, terasa sangat berarti—bukan hanya untuk dirinya sebagai prajurit, melainkan juga untuk Rafa yang butuh pendampingan ekstra di tengah padatnya dinas sang ibu.
Kisah Mayor Devi adalah cermin bahwa ketidakberdayaan bisa berubah menjadi kekuatan luar biasa ketika dirawat dengan cinta dan dukungan. Di tengah tuntutan tugas negara, ia membuktikan bahwa menjadi ibu bagi anak berkebutuhan khusus bukanlah penghalang, melainkan jalan sunyi yang mengajarkan arti ketulusan. Dan di setiap langkah kecil Rafa, tersimpan kemenangan seorang ibu yang tak akan pernah menyerah.
", "ringkasan_html": "Mayor Tek Devi Anggraeni, seorang perwira perempuan TNI AU, membuktikan bahwa pengabdian pada negara bisa berjalan beriringan dengan cinta tanpa batas untuk putranya, Rafa, yang menyandang down syndrome. Dengan dukungan suami, institusi, dan lingkungan yang tepat, Rafa tumbuh menjadi anak yang mandiri dan penuh semangat. Kisah ini mengajarkan bahwa bagi anak berkebutuhan khusus, ekosistem yang suportif adalah kunci kebahagiaan sejati.
" }Entitas yang disebut
Orang: Devi Anggraeni, Rafa
Organisasi: TNI AU, Lanud Sultan Hasanuddin
Lokasi: Makassar