Keluarga
Prajurit TNI AU Surabaya Rela Serahkan Ginjal untuk Anaknya yang Sakit
Sersan Dua Abdul Majid, prajurit TNI AU yang bertugas di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, menunjukkan pengorbanan luar biasa sebagai seorang ayah dengan mendonorkan satu ginjalnya untuk putra keduanya, Rafli (8), yang divonis gagal ginjal stadium akhir. Tanpa ragu, ia mengajukan diri sebagai donor hidup setelah mendengar bahwa transplantasi merupakan satu-satunya harapan bagi sang anak untuk sembuh.
Proses transplantasi yang berlangsung di RSUD Dr. Soetomo Surabaya itu berhasil dengan penuh haru. Sersan Dua Abdul Majid menjalani serangkaian tes medis, kecemasan menjelang operasi, hingga pemulihan dengan penuh ketabahan. Ia menegaskan bahwa keputusannya bukan didasari keberanian sebagai prajurit, melainkan naluri dan cinta seorang bapak yang tidak ingin kehilangan buah hatinya.
Di sisi lain, sang istri, Sri Wahyuni, tak kuasa menahan air mata menyaksikan keteguhan suaminya. Dukungan dari kesatuan dan doa yang tak henti-hentinya dipanjatkan sang ibu menjadi kekuatan bagi keluarga kecil ini dalam melewati masa-masa sulit. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa pengorbanan seorang ayah tidak mengenal batas, bahkan di luar tugas menjaga kedaulatan negara.
Di balik postur tegap dan seragam loreng yang selalu tampak gagah, terkadang tersimpan cerita yang jauh melampaui kisah-kisah kepahlawanan di medan tugas. Sersan Dua Abdul Majid, seorang prajurit TNI AU yang mengabdi di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, membuktikan bahwa pengorbanan terbesar seorang lelaki bukan hanya tentang membela negara, melainkan juga tentang menyelamatkan darah dagingnya sendiri. Ketika putra keduanya, Rafli (8), divonis menderita gagal ginjal stadium akhir, dunia keluarga kecil ini seakan runtuh. Namun, dari reruntuhan itulah, cinta seorang ayah justru terpancar paling terang. Tawaran menjadi donor ginjal hidup untuk sang buah hati bukanlah keputusan yang butuh pertimbangan lama baginya. Ini adalah panggilan jiwa, sebuah naluri untuk melindungi anak yang begitu ia cintai.
"Naluri Seorang Ayah, Bukan Sekadar Keberanian Prajurit
Rafli, bocah yang biasanya ceria dan penuh semangat, mendadak harus bergulat dengan kelelahan akibat serangkaian perawatan intensif. Harapan satu-satunya untuk membuatnya kembali sehat dan tersenyum adalah transplantasi ginjal. Di titik genting inilah, keteguhan hati seorang ayah diuji. Sersan Dua Abdul Majid tanpa ragu mengajukan diri sebagai pendonor. “Ini bukan soal keberanian prajurit, ini soal naluri seorang bapak,” ujarnya dengan suara tenang, meski gelora emosi tak mungkin disembunyikan sepenuhnya. Perjalanan menuju meja operasi bukanlah hal yang ringan. Serangkaian tes medis yang menguras tenaga, kecemasan yang menggunung menjelang operasi, dan pemulihan yang penuh kesabaran harus ia lalui. Transplantasi ginjal ayah-anak ini akhirnya berhasil dilakukan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, menjadi momen penuh air mata haru yang mengikat cinta mereka selamanya. Bagi sang Sersan, tidak ada medan yang lebih berat daripada melihat anaknya berjuang melawan penyakit, dan ia memilih untuk turun tangan secara harfiah, menjadi bagian dari penyembuhan yang penuh pengorbanan.
Genggaman Doa Istri dan Dekapan Hangat Kesatuan
Di sisi lain, perjuangan ini juga menjadi ujian ketabahan bagi seorang ibu. Sri Wahyuni, istri dari Sersan Dua Abdul Majid, tak kuasa membendung air matanya saat mengenang detik-detik menjelang operasi. Perasaannya campur aduk, antara cemas yang tak terkira dan haru yang mendalam menyaksikan keteguhan suaminya. “Saya hanya bisa berdoa dan bersyukur. Suami saya bukan hanya pahlawan bagi negara, tapi juga pahlawan bagi anak kami,” ucapnya lirih, suaranya bergetar menahan tangis. Kehangatan juga mengalir deras dari keluarga besar TNI AU di Lanud Abdulrachman Saleh. Komandan beserta segenap jajaran sigap memberikan bantuan moril dan materil, termasuk mengurus cuti khusus agar proses pendampingan berjalan lancar. Dukungan ini lebih dari sekadar formalitas institusi; ia adalah wujud nyata kekeluargaan yang menjadi fondasi kekuatan bagi setiap prajurit dan keluarganya. Momen ini menegaskan bahwa di balik kedisiplinan dan ketegasan, ada hati yang penuh empati, siap merangkul setiap anggota yang sedang berjuang.
Kini, senyum Rafli perlahan kembali menghiasi rumah, menjadi obat paling ampuh bagi lelah dan letih kedua orang tuanya. Kisah pengorbanan Sersan Dua Abdul Majid adalah bukti cinta tanpa syarat yang diajarkan dalam sunyi. Ia mengajarkan kepada kita semua bahwa pengabdian sejati seorang prajurit TNI AU tidak hanya diukur dari jam terbang menjaga kedaulatan di angkasa, tetapi juga dari keberaniannya menjaga dan menyelamatkan keutuhan cinta di dalam rumah. Sabuk pengaman di kokpit mungkin melindunginya di ketinggian, tapi pelukan seorang ayahlah yang menjadi tameng terkuat bagi anaknya untuk kembali menjalani hidup. Bagi para ibu dan keluarga, cerita ini adalah refleksi mendalam: bahwa di tengah badai kehidupan, selalu ada alasan untuk terus percaya pada kekuatan doa, cinta, dan keluarga.
", "ringkasan_html": "Ketika putranya divonis gagal ginjal, seorang prajurit TNI AU tidak ragu menjadi donor hidup, membuktikan pengorbanan seorang ayah melampaui batas tugas negara. Didukung doa istri dan kehangatan kesatuan, transplantasi ginjal ini menjadi kisah mengharukan tentang cinta tanpa syarat dan arti pengabdian sejati.
" }Entitas yang disebut
Orang: Abdul Majid, Rafli, Sri Wahyuni
Organisasi: TNI AU, Lanud Abdulrachman Saleh, RSUD Dr. Soetomo
Lokasi: Surabaya, Malang