Keluarga

Prajurit TNI Bantu Persalinan Istrinya di Rumah Karena Terjebak Banjir Menuju RS

28 Mei 2026 Semarang, Jawa Tengah 3 views

Di tengah banjir yang memutus akses ke rumah sakit, seorang prajurit TNI membantu persalinan darurat istrinya sendiri di rumah dengan panduan bidan melalui telepon. Bayi perempuan lahir selamat dan diberi nama Nadia, simbol harapan. Kisah ini menjadi bukti ketangguhan dan cinta yang mendalam dalam keluarga prajurit.

Prajurit TNI Bantu Persalinan Istrinya di Rumah Karena Terjebak Banjir Menuju RS

Suasana mencekam menyelimuti rumah Sertu Budi di Semarang ketika sang istri, Sari, merasakan kontraksi yang semakin kuat. Anak kedua mereka sudah siap lahir, tapi di luar sana hujan deras mengguyur tanpa henti. Jalanan menuju rumah sakit mendadak terputus akibat banjir bandang yang merendam kawasan mereka. Kepanikan mulai merayap, namun di tengah kondisi yang serba terbatas, sebuah pertolongan suami yang begitu mengharukan justru terjadi.

Ketika Banjir Menjadi Penghalang, Suami Jadi Penolong

Rencana untuk melahirkan di rumah sakit pupus sudah. Banjir membuat akses keluar dari kampung mereka benar-benar tidak mungkin dilalui. Sari yang mulai kesakitan hanya bisa pasrah. Di saat itulah Sertu Budi teringat pada pelayanan kesehatan dasar (PKD) yang pernah ia terima selama pendidikan militer. Dengan sigap ia menghubungi bidan desa melalui ponsel, dan di bawah panduan suara dari seberang, ia memutuskan untuk membantu proses persalinan darurat istrinya sendiri di rumah. “Saya merasa aman karena suami tetap tenang dan terus mengikuti instruksi bidan,” ujar Sari mengenang momen mendebarkan itu. Kalimat sederhana itu menjadi jangkar harapan di tengah kepanikan yang melingkupi rumah kecil mereka.

Nadia, Si Kecil Pembawa Harapan di Tengah Bencana

Dengan tangan yang biasanya memegang senjata, Sertu Budi justru menjadi penolong pertama bagi buah hatinya sendiri. Setiap langkah dari bidan ia ikuti dengan cermat, sementara Sari berjuang dengan tenaga yang tersisa. Beberapa jam kemudian, tangisan bayi perempuan memecah ketegangan. Lahir dengan selamat dalam dekapan sang ayah, di rumah yang dikepung banjir. Bayi mungil itu kemudian diberi nama ‘Nadia’, yang berarti harapan. Harapan bahwa di balik bencana selalu ada cahaya, dan bahwa pertolongan suami bisa menjadi penyelamat yang tak ternilai. Tim kesehatan baru bisa mencapai lokasi beberapa jam setelah banjir sedikit surut, namun semua sudah dalam keadaan baik.

Kisah ini bukan sekadar berita mengharukan. Ia adalah potret nyata betapa keluarga prajurit seringkali harus menghadapi tantangan tak terduga dengan ketabahan dan sumber daya yang ada. Atasan Sertu Budi pun memberikan apresiasi atas ketenangan dan tindakan tepatnya. Lebih dari itu, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa pelatihan militer yang keras ternyata juga melahirkan bapak rumah tangga yang sigap di saat genting. Di balik seragam loreng, ada hati yang siap menenangkan, tangan yang cekatan, dan doa yang tak putus. Keluarga prajurit mengajarkan bahwa di tengah letih dan pengorbanan, cinta selalu menemukan jalan, bahkan saat banjir merendam segalanya.

Entitas yang disebut

Orang: Budi, Sari, Nadia

Organisasi: TNI, Tribun Jateng

Lokasi: Semarang

Bacaan terkait

Artikel serupa