Kisah TNI

Upacara Pelantikan Prajurit yang Dihadiri Ayah yang Juga Purnawirawan TNI

28 Mei 2026 Malang, Jawa Timur 3 views

Upacara pelantikan prajurit TNI menjadi momen menyentuh saat Prada Rizky dilantik di hadapan sang ayah, Sertu (Purn) Hariyono, yang mengenakan seragam purnawirawan. Kehadiran ayahnya yang juga mantan prajurit menciptakan suasana haru dan bangga, menandai kelanjutan tradisi pengabdian keluarga pada negara.

Hariyono mengaku bangga menyaksikan anaknya mengikuti jejaknya, meneruskan nilai-nilai cinta tanah air yang ia tanamkan. Meski begitu, ia juga tak kuasa menahan haru karena tahu beratnya tugas prajurit, seraya mendoakan keselamatan dan kekuatan untuk buah hatinya. Ibu Rizky pun ikut menangis bahagia melihat suami dan anaknya sama-sama berseragam kebanggaan.

Komandan upacara memberi penghormatan khusus kepada sang ayah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi keluarga prajurit dalam melahirkan generasi penerus bangsa. Momen ini menjadi simbol regenerasi pengabdian sekaligus inspirasi bagi para prajurit muda tentang makna melanjutkan estafet pengabdian kepada negara.

Upacara Pelantikan Prajurit yang Dihadiri Ayah yang Juga Purnawirawan TNI
{ "konten_html": "

Di tengah formasi tegap para prajurit muda, sebuah pemandangan mengharukan pecah dalam upacara pelantikan di sebuah pusat pendidikan TNI. Prada Rizky, salah satu prajurit baru yang baru saja menyelesaikan pendidikan dasarnya, berdiri gagah dengan seragam kebanggaannya. Namun, yang membuat suasana menjadi berbeda bukan hanya ketegapannya, melainkan sosok yang berdiri di barisan undangan kehormatan: sang ayah, Sertu (Purn) Hariyono. Dengan seragam lengkap purnawirawan yang masih melekat rapi di tubuhnya, sang ayah menyaksikan anaknya diambil sumpah untuk mengabdi pada negeri. Matanya berkaca-kaca, memancarkan kebahagiaan yang begitu dalam dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Doa di Balik Seragam: Mengurai Rasa Ayah yang Pernah Bertugas

Bagi keluarga prajurit, seragam bukan sekadar pakaian dinas. Ia adalah simbol pengorbanan, kehormatan, dan juga kecemasan yang akrab dirasa di rumah. Sertu (Purn) Hariyono memahami betul dua sisi dari seragam yang kini dikenakan anaknya. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan perasaan campur aduk yang menggenangi hatinya sejak pagi sebelum upacara. "Bangga sekali," katanya lirih, mengingat bagaimana nilai-nilai cinta tanah air selalu ia tanamkan di meja makan keluarga, dalam cerita pengantar tidur, hingga dalam doa-doa pendek sebelum subuh. Kini, benih yang ia semai telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang berdiri gagah sebagai generasi penerus pengabdiannya. Namun sebagai seorang ayah yang pernah merasakan pahit getirnya tugas, doa-doa yang ia panjatkan berisi permohonan kekuatan dan keselamatan untuk Prada Rizky, jauh lebih khusyuk dari biasanya.

Di sisi lain lapangan, Ibu Rizky tak kuasa lagi membendung air mata. Melihat suaminya dalam balutan seragam purnawirawan, berdiri sejajar menyaksikan anak lelaki mereka yang kini mengenakan seragam serupa, seperti menyaksikan dua babak penting dalam hidupnya bergabung dalam satu bingkai sempurna. Tangisnya bukanlah tangis kesedihan, melainkan ledakan rasa syukur yang tak terbendung. Begitulah potret seorang ibu prajurit dan istri purnawirawan, yang sepanjang hidupnya menjadi benteng doa, tempat para ksatrianya pulang dan mengisi ulang keberanian di hati.

Pelantikan dan Penghormatan untuk Sebuah Warisan Keluarga

Upacara pelantikan ini terasa begitu istimewa dan personal. Komandan upacara, dengan penuh respek, secara khusus memberikan penghormatan kepada Sertu (Purn) Hariyono. Ini adalah gestur apresiasi yang melampaui protokol militer semata, sebuah pengakuan tulus bahwa di balik setiap prajurit tangguh, ada keluarga yang telah mendedikasikan hidupnya untuk negara. Momen ini menjadi cerminan nyata dari estafet pengabdian yang tidak terputus. Sosok ayah dan anak yang berseragam itu seolah menjadi monumen hidup, mengingatkan para prajurit muda lainnya tentang arti pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ini bukan sekadar tentang mengikuti jejak karier, melainkan meniru keteguhan hati dan ketulusan cinta yang telah ditunjukkan seorang ayah selama masa baktinya.

Kisah Prada Rizky dan Sertu (Purn) Hariyono adalah cerita tentang dapur-dapur keluarga prajurit di seluruh Indonesia; tentang diskusi sunyi antara suami dan istri tentang masa depan anak, tentang bangga yang bercampur was-was setiap kali mendengar kabar tugas, dan tentang keyakinan bahwa menyerahkan anak untuk negara adalah bentuk cinta tertinggi. Di tengah rasa letih dan cemas yang pasti akan datang, ada satu hal yang menjadi jangkar: kebanggaan. Kebanggaan karena dapat melanjutkan dharma bakti, kebanggaan karena telah menjadi bagian penting dari sejarah bangsa, dan kebanggaan seorang ibu yang melihat doa-doanya di malam hari berubah wujud menjadi sosok prajurit yang siap menjaga kedaulatan negeri. Momen yang diabadikan para hadirin itu bukan hanya untuk diingat, tetapi untuk menginspirasi bahwa di setiap langkah prajurit, selalu ada ribuan langkah doa dari hati keluarganya yang mengiringi.

", "ringkasan_html": "

Momen pelantikan Prada Rizky bersama ayahnya, Sertu (Purn) Hariyono, menjadi simbol regenerasi pengabdian yang mengharukan. Sang ayah yang purnawirawan hadir dengan bangga dan haru, menyaksikan anaknya melanjutkan estafet cinta tanah air yang selama ini ditanamkan di keluarga. Penghormatan khusus dari komandan upacara melengkapi kisah tentang kebanggaan, pengorbanan, dan doa seorang ibu yang menjadi pondasi utama bagi para prajurit.

" }

Entitas yang disebut

Orang: Prada Rizky, Sertu (Purn) Hariyono

Organisasi: TNI, Antara

Bacaan terkait

Artikel serupa