Keluarga
Wujud Kepedulian Persit dan TNI, Danramil Puger Dampingi Anjangsana ke Warakawuri di Mlokorejo
Kunjungan anjangsana Persit dan Danramil Puger ke rumah warakawuri Ibu Titik Setyorini menjadi bukti nyata bahwa dukungan bagi keluarga prajurit yang gugur tidak berakhir setelah pemakaman. Kehangatan dan bantuan sembako yang diberikan mempererat tali silaturahmi serta menghidupkan kembali semangat solidaritas di lingkungan TNI.
Di Dusun Krajan Timur, Desa Mlokorejo, suasana haru dan hangat menyelimuti sebuah rumah sederhana. Itulah kediaman Ibu Titik Setyorini, seorang warakawuri yang telah lama ditinggalkan sang suami, almarhum Serda Didik Suprianto. Meski duka belum sepenuhnya sirna, kerlip-kerlip senyum kembali terlihat di wajahnya tatkala rombongan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVIII dan Danramil Puger menyambangi rumahnya dalam kegiatan anjangsana. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pelukan panjang dari keluarga besar TNI yang tak pernah putus.
Ketika Pelukan Persit Mengobati Luka yang Tak Terlihat
Ibu Titik mungkin sudah terbiasa dengan sepi. Namun, sore itu, sepi itu pecah oleh sapaan lembut Ketua Persit, Ibu Lidya Rifqi. Dengan mata berbinar, ia menyambut tamu-tamunya seperti menyambut saudara yang lama tak jumpa. Dalam percakapan yang mengalir, terselip kisah tentang almarhum suaminya—seorang prajurit yang penuh dedikasi. “Kami datang bukan hanya untuk memberikan bantuan, tapi untuk mengingatkan bahwa Ibu tidak sendiri. Pengorbanan suami Ibu adalah bagian dari sejarah kami,” ujar Ibu Lidya, mewakili suara ribuan istri prajurit yang saling menguatkan. Momen ini menjadi bukti bahwa dukungan bagi para warakawuri tak berhenti pada upacara penghormatan terakhir; ia tumbuh dalam ingatan dan kepedulian yang terus dirawat.
Sinergi yang Menghidupkan Solidaritas
Kapten Arm Hendera Faizar, Danramil Puger, mendampingi langsung kunjungan itu bersama Ketua Persit Ranting setempat. Baginya, anjangsana bukan sekadar agenda rutin. Melalui kegiatan ini, ia ingin memastikan bahwa keluarga besar TNI, khususnya para warakawuri, tetap mendapatkan perhatian dan dukungan, baik secara moril maupun materil. Bantuan sembako yang diserahkan memang terlihat sederhana, tapi bagi Ibu Titik, itu adalah simbol bahwa tali silaturahmi tidak terputus. Di balik paket beras dan minyak goreng, tersimpan pesan bahwa pengabdian seorang prajurit akan selalu dikenang, dan keluarganya akan terus dirangkul dalam lindungan komunitas Persit dan satuan kewilayahan yang solid.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa di balik seragam loreng dan derap langkah tegap, ada hati yang saling menjaga. Para istri prajurit yang tergabung dalam Persit rela menyisihkan waktu dan tenaga untuk mengunjungi, mendengarkan, dan merawat luka yang mungkin tak kasat mata. Bagi para warakawuri, kehadiran mereka adalah oase di tengah gurun kerinduan. Dukungan ini juga memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah keluarga besar TNI tidak hanya diukur dari kesiapan tempur, tetapi dari ketulusan untuk saling mengasihi, bahkan setelah garis akhir pengabdian tiba. Dan di Desa Mlokorejo, sederhana itu menjelma menjadi mata air harapan yang tak pernah kering.
Entitas yang disebut
Orang: Lidya Rifqi, Titik Setyorini, Didik Suprianto, Hendera Faizar
Organisasi: Persit Kartika Chandra Kirana, TNI
Lokasi: Krajan Timur, Mlokorejo, Puger, Jember