Keluarga

Istri Prajurit TNI AU Sukses Bangkitkan Ekonomi Keluarga lewat Batik Ecoprint

16 Juni 2026 Yogyakarta 2 views

Dina, istri dari Serda Purnomo—prajurit TNI AU di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta—semula hanya merasakan kesepian dan rindu saat suaminya bertugas. Namun lewat wadah Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS, ia mengikuti pelatihan batik ecoprint, teknik mencetak motif dedaunan alami di atas kain, yang awalnya sekadar pengisi waktu di asrama.

Latihan itu berkembang menjadi usaha produktif. Dalam waktu kurang dari setahun, Dina mampu memproduksi kain bernilai jual tinggi dan kini mempekerjakan lima ibu-ibu lain di lingkungan asrama. Usaha batik ecoprint tidak hanya membangkitkan ekonomi keluarganya, tetapi menciptakan lingkaran ekonomi kecil yang saling menghidupi di komunitas militer.

Kisah Dina menunjukkan bagaimana keterampilan di tengah keterbatasan bisa mengubah ruang kosong menjadi sumber penghidupan, serta memperkuat solidaritas para istri prajurit dalam mendukung ketahanan keluarga.

Istri Prajurit TNI AU Sukses Bangkitkan Ekonomi Keluarga lewat Batik Ecoprint
{ "konten_html": "

Di balik gemuruh pesawat tempur yang akrab di telinga warga Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, ada kisah tentang seorang perempuan yang memilih menenun harapannya sendiri. Malam-malam panjang sering kali hanya ditemani suara mesin yang membelah langit, pertanda bahwa suaminya, Serda Purnomo, tengah menjalankan tugas pengabdian untuk negeri. Sebagai seorang istri prajurit, Dina akrab dengan rasa rindu yang menyelinap di sela-sela kesibukan rumah tangga dan cemas yang tak pernah benar-benar pergi. Namun, alih-alih membiarkan kesepian itu menggerogoti hari-harinya, ia memutuskan untuk menggenggam sebuah kesempatan yang akan mengubah jalan hidup keluarganya.

Ketika Sehelai Daun Membuka Jalan Ekonomi Keluarga

Komunitas istri prajurit di asrama memiliki ikatan yang khas—bukan sekadar tetangga, melainkan saudara sepenanggungan. Di sanalah, melalui wadah Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Lanud Adisutjipto, Dina pertama kali mengenal batik ecoprint. Teknik mencetak motif alami dari dedaunan di atas kain ini awalnya hanya kegiatan mengisi waktu, pelepas penat dari rutinitas yang monoton. Siapa sangka, dari tangan terampilnya, lembaran-lembaran kain itu menjelma menjadi karya seni bernilai jual tinggi. Dengan ketekunan yang terasah setiap hari, Dina mulai melihat secercah jalan untuk membangkitkan ekonomi keluarga yang selama ini hanya bergantung pada tunjangan suami. Kurang dari setahun, usahanya berkembang bak tunas di tanah subur. Kini, ia bahkan mampu memberdayakan lima ibu lain di sekitar asrama, menciptakan lingkaran kecil yang saling menghidupi. Setiap goresan daun di atas kain adalah simbol cinta dan kerja keras yang mengubah waktu kosong—yang dulu hanya diisi rindu—menjadi energi produktif yang membanggakan.

“Dina Menjaga Keluarga dengan Caranya Sendiri”: Sebuah Simfoni Pengabdian

Ketika Serda Purnomo mendengar kabar bahwa istrinya berhasil membangun usaha batik yang semakin maju, ada rasa haru yang tak tertahankan di dadanya. Di tengah rutinitas tugas yang penuh disiplin dan risiko, bayangan tentang Dina yang tekun berkarya menjadi sumber kekuatan tersendiri. “Selama saya bertugas menjaga langit Indonesia, Dina menjaga keluarga dengan caranya sendiri,” ujarnya dengan nada penuh kebanggaan. Kalimat sederhana itu menyiratkan simbiosis pengabdian yang sempurna: di satu sisi, suami mengabdikan jiwa raga untuk kedaulatan negara; di sisi lain, istri mengukir kemandirian, memastikan dapur keluarga tetap hangat dan masa depan anak-anak tetap terjamin. Bagi para istri prajurit, ini bukan sekadar pendapatan tambahan. Ini adalah cara mereka 'berperang' melawan keterbatasan, membangun ketahanan keluarga dari balik tembok asrama. Program pemberdayaan seperti ini adalah wujud dukungan nyata yang tak hanya memperkuat fondasi ekonomi, tetapi juga mengokohkan marwah keluarga prajurit agar tetap berdiri tegak.

Kisah Dina mengingatkan kita bahwa di balik seragam seorang prajurit, ada hati yang bertarung dalam kesunyian. Ada tangan-tangan yang tak kenal lelah menenun kehidupan, dan ada cinta yang tumbuh subur meski jarak dan tugas sering kali memisahkan. Di setiap helaan kain ecoprint yang ia ciptakan, tersimpan doa dan harapan agar langit yang dijaga suaminya tetap biru, dan rumah yang ia bangun tetap menjadi tempat pulang yang paling hangat.

", "ringkasan_html": "

Dina, seorang istri prajurit TNI AU di Lanud Adisutjipto, berhasil membangkitkan ekonomi keluarga melalui seni batik ecoprint yang dipelajarinya dari pelatihan Persit. Kini usahanya berkembang pesat, memberdayakan ibu-ibu di sekitar asrama, dan menjadi sumber kebanggaan bagi suaminya yang bertugas menjaga keamanan negara.

" }

Entitas yang disebut

Orang: Dina, Serda Purnomo

Organisasi: Persit Kartika Chandra Kirana, TNI AU

Lokasi: Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Indonesia

Bacaan terkait

Artikel serupa